Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Friday, March 7, 2014

Perkembangan Agama Islam di Nusantara



            Perkembangan agama Islam di Nusantara yang berlangsung sangat cepat tidak terlepas dari peranan para saudagar muslim, ulama, dan mubalig dari berbagai negara (Mesir, Arab Saudi, India, Irak, Iran, Gujarat, dan Persia). Dengan penuh semangat mereka menyebarkan nilai-nilai Islam terhadap masyarakat setempat melalui perdagangan, sosial, dan pendidikan.

1.        Peranan Saudagar Muslim dalam Penyebaran Agama Islam
     Pada abad ke-13, agama Islam dibawa dan dikembangkan oleh para saudagar muslim dari Gujarat, Arab, dan Persia dan di terima oleh masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai utara. Sehingga berkembanglah agama Islam secara pesat dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam di pesisir pantai. Kehadiran Islam di Nusantara tidak hanya berkenan di kalangan masyarakat bawah, namun juga kaum bangsawan, tokoh masyarakat, kepala suku, dan para ketua adat.

2.        Peranan Walisongo dan Ulama dalam Penyebaran Agama Islam
     Selain para pedagang, faktor lain yang memiliki jasa besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia adalah ulama dan mubalig. Penyebaran agama Islam khususnya di Jawa dikembangkan oleh sejumlah wali yangterkooordinasi dalam dewan dakwah yang disebut Walisongo (Sembilan wali). Berikut ini di antara Walisongo yang berperan dalam mengembangkan agama Islam di Pulau Jawa.

a.    Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
       Selama kurang lebih 20 tahun, beliau berhasil mencetak kader dakwah di Gresik. Beliau juga diyakini sebagai pelopor penyebaran agama Islam pertama di Pulau Jawa. Meskipun beliau bukanlah orang Jawa (dari Afrika Utara), ia mampu mengatasi keadaan masyarakat setempat dan menerapkan metode dakwah yang tepat untuk menarik simpati masyarakat kepada Islam, antara lain dengan menghilangkan sistem kasta dalam masyarakat.

b.   Sunan Ampel (Maulana Rahmatullah)
           Ia memulai dakwahnya dari sebuah pesantren yang didirikan di Ampel Denta (dekat Surabaya). Pada santrinya, ia hanya memberikan pengajaran yang sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Dialah yang mengenalkan istilah “Mo Limo”, yakni seruan untuk “tidak berjudi, tidak meminum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina”. Ia diperkirakan wafat pada 1481 M dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

c.    Sunan Bonang (Maulana Makhdum Ibrahim)
      Sunan Bonang termasuk wali yang menyebarkan agama Islam dengan cara menyesuaikan kebudayaan masyarakat Jawa seperti wayang dan musik gamelan. Oleh karenanya, ia menciptakan gending-gending yang memiliki nilai-nilai keislaman. Setiap bait lagu diselingi ucapan kalimat syahadat sehingga disebut sekaten. Ia juga yang telah menciptakan tembang Tombo Ati dan karya sastra Suluk Wijil.

d.   Sunan Drajad (Maulana Syaifudin)
      Ia seorang wali yang berjiwa tinggi. Perhatiannya yang besar pada masalah social sangat tepat karena saat itu Kerajaan Majapahit tengah runtuh (sekitar 1478 M) sehingga rakyat sedang mengalami suasana kritis dan prihatin. Dalam berdakwah, ia menciptakan tembang Pangkur.

e.    Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin)
         Ia adalah seorang wali yang menyebarkan agama Islam dengan menitikberatkan pada bidang pendidikan. Ia medirikan pesantren di daerah Giri. Santrinya banyak berasal dari golongan masyarakat ekonomi lemah. Ia juga banyak mengirim juru dakwah ke Bawean (Madura), Lombok, Ternate, dan Tidore.

f.     Sunan Kalijaga (Maulana Muhammad Syahid)
          Ia seorang wali yang memiliki wawasan luas dan pemikiran yang tajam sehingga disukai oleh rakyat bahkan para cendekiawan dan penguasa. Sunan Kalijaga melakukan dakwahnya dengan cara berkelana. Sarana dakwah yang digunakan berupa pertunjukan wayang kulit dan tambang Dandanggula.

g.    Sunan Muria (Maulana Umar Said)
         Ia salah satu Walisongo yang dikenal pendiam, namun fatwanya sangat tajam. Dalam menyebarkan agamaIslam ia lebih memfokuskan di daerah pedesaan. Sunan Muria juga termasuk wali yang menyukai seni. Ia berhasil menciptakan tembang Kinanthi (bernada gembira, untuk menyampaikan ajaran agama, nasihat, dan falsafat hidup) dan Sinom (melukiskan suasana ramah tamah dan nasihat).

h.      Sunan Kudus (Maulana Ja’far Shadiq)

         Sunan Kudus memiliki berbagai ilmu agama (tauhid dan fiqih) sehingga mendapat gelar Al ‘ilmi (orang yang berilmu luas). Karena keahliannya itu, ia mendapat kepercayaan dari Kesultanan Demak untuk mengendalikan pemerintahan dan hakim tinggi di wilayah itu. Untuk melancarkan penyebaran Islam, ia membangun sebuah masjid di Kudus yang disebut Masjid Menara Kudus.

i.        Sunan Gunung Jati (Maulana Syarif Hidayatullah)
         Wali yang merupakan cucu Raja Pajajaran ini sangat berperan dalam penyebaran Islam di Cirebon, Jawa Barat.Menyusul berdirinya Kerajaan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kesultanan Cirebon. Dengan demikian, ia adalah satu-satunya Walisongo yang memimpin pemerintahan. Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya hanya untuk menekuni dakwah.

Thursday, August 8, 2013

Mandi Besar

Fardlu Mandi
  1. Niat: pada saat memulai membasuh tubuh. Lafazh niat mandi wajib: "nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari janabati fardlal lillaahi ta'aalaa" (artinya: aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar dan najis fardlu karena Allah).
  2. mencuci kemaluan dengan tangan kiri setelah di sabun
  3. Membasuh seluruh badan dengan air, yakni meratakan air ke semua rambut dan kulit.
  4. Keramas,lalu membasuhnya
  5. Lalu berwudhu, namun membasuh semua setiap bagiannya dengan penuh.berbeda dengan berwudhu biasa.
  6. Terakhir menyiram seluruh anggota tubuh sebanyak 3 kali,dimulai dari kanan lalu di lanjutkan yang kiri.
  7. setelah selesai mengucapkan "Alhammdulillah".
Sunnah Mandi
  1. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan.
  2. Membaca "Bismillaahirrahmaanirrahiim" pada permulaan mandi.
  3. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan yang kanan daripada yang kiri.
  4. Membasuh badan sampai tiga kali.
  5. Membaca doa sebagaimana membaca doa sesudah berwudlu.
  6. Mendahulukan mengambil air wudlu, yakni sebelum mandi disunnatkan berwudlu

Adapun tata caranya adalah berdasarkan hadits dari jalan Aisyah ra., ia berkata, Dahulu, jika Rasulullah SAW hendak mandi janabah (junub), beliau membasuh kedua tangannya. Kemudian menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya lalu membasuh kemaluannya. Lantas berwudhu sebagaimana berwudhu untuk salat. Lalu beliau mengambil air dan memasukan jari - jemarinya ke pangkal rambut. Hingga beliau menganggap telah cukup, beliau tuangkan ke atas kepalanya sebanyak 3 kali tuangan. Setelah itu beliau guyur seluruh badannya. Kemudian beliau basuh kedua kakinya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Pada riwayat lain dikatakan, “…dan dimasukannya jari - jari ke dalam urat rambut hingga bila dirasanya air telah membasahi kulit [kepala], disauknya dua telapak tangan lagi dan disapukannya ke kepalanya sebanyak 3 kali, kemudian dituangkan ke seluruh tubuh” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dari hadits yang mulia di atas maka urutan tata cara mandi wajib adalah :
  1. Membasuh kedua tangan
  2. Membasuh kemaluan
  3. Berwudhu sebagaimana berwudhu untuk salat [Boleh menangguhkan membasuh kedua kaki sampai selesai mandi (Fikih Sunnah hal. 154)]
  4. Mencuci rambut dengan cara memasukan jari - jemari ke pangkal rambut
  5. Menuangkan air ke atas kepala sebanyak 3x atau mengambil air dengan kedua tangan kemudian menyapukannya ke kepalanya.
  6. Menguyur seluruh badan
  7. Membasuh kaki
Larangan
Bagi mereka yang sedang ber-junub, yaitu mereka yang masih berhadats besar, tidak boleh melakukan hal-hal sbb.:
  1. Melaksanakan salat.
  2. Melakukan thawaf di Baitullah.
  3. Memegang Kitab Suci Al-Qur'an.
  4. Membawa atau mengangkat Kitab Suci Al-Qur'an.
  5. Membaca Kitab Suci Al-Qur'an.
  6. Berdiam diri di masjid.
Bagi mereka yang sedang haid, dilarang melakukan hal-hal seperti tersebut di atas dan ditambah larangan sebagai berikut :
  1. Bersenang-senang dengan apa yang antara pusat dan lutut.
  2. Berpuasa baik sunnat maupun fardlu.
  3. Dijatuhi talaq (cerai).

Tuesday, July 16, 2013

Hal-hal Yang Membatalkan Puasa

 Hai, Guise! Udah lumayan lama juga Owner nggak ngirim postingan ke blog tercinta ini, hehe. Ok, karena kita sudah memasuki bulan Ramadhan, kali ini Owner mau ngasih tau, nih, apa aja sih hal-hal yang membatalkan puasa? Langsung aja ya...



 

PERHATIAN!
BACALAH ARTIKEL INI SAMPAI BAWAH!


1. MENYENTUH
Menyentuh gelas berisi air kemudian kita bawa ke kolong tempat tidur dan meminumnya, itu, dapat membatalkan puasa.

2. SIKAT GIGI
Sikat gigi bisa membatalkan puasa jika kumurnya dengan es kelapa muda sampai habis 2 gelas.

3. TERIAK
Teriak-teriak memanggil tukang soto, kemudian makan soto juga bisa membatalkan puasa, apalagi jika teriakan kamu mengejutkan.janda bohay yang lagi tidur lalu kamu berkencan dengannya, itu jelas membatalkan puasa.

4. LARI
Lari sekencang-kencangnya mengejar copet lalu kamu lelah dan kehausan
kemudian minum es doger, itu bisa membatalkan puasa, apalagi kamu lupa bawa uang kemudian jambak-jambakan dengan penjualnya.

5. DUDUK-DUDUK
Duduk-duduk sambil menggoda penjual nasi pecel kemudian kamu diberi nasi, hilang deh laparnya.

6. DIAM
Diam juga bisa buat anda batal loh...Seriusan loh.. . misalkan, diam-diam memasukkan roti ke mulut dan diam-diam anda memasukkan nasi ke mulut sampe habis 5 piring.."

7. MANDI
Mandi juga penyebab salah satu batalnya puasa bila anda mandi sambil mesra-mesraan sama                sabun..ditambah lagi mengikuti peribahasa "Sambil menyelam minum Air" atau kelelap terus minum air 2 galon.

8. KENTUT

Nah, yang ini lebih bahaya saudara-saudara , bisa membatalkan puasa orang satu kampung jika anda kentut, maksudnya jika anda tiba-tiba mengentuti muka teman anda lalu teman anda tidak terima atas perlakuan anda..kemudian tonjok-tonjokkan, jambak-jambakkan, terus ambil pisau, datang warga dan terjadi tawuran...batal deh semuanya.

9. PINJEM DUIT
misalkan anda siang-siang pinjam duit ke teman buat beli nasi padang, beli es kelapa, beli cendol, beli, bubur ayam, beli ayam bakar terus anda makan semuanya.



Oke, tadi yang udah ketawa-ketawa dan senyum-senyum sendiri, berhenti dulu yaa.. Sekarang saatnya Owner serius, nih. Berikut ini adalah hal-hal yang membatalkan puasa versi Serius/?

1. Masuknya benda kedalam tubuh dengan sengaja melalu lubang yang terbuka (mulut, hidung, dan lain-lain), atau melalui jalan yang tertutup, seperti benda yang masuk ke otak melalui kepala. Yang dikehendaki dalam hal ini adalah bahwa orang yang berpuasa mencegah sesuatu yang bisa masuk kedalam anggota tubuh.

2. Mengobati orang yang sakit melalui dua jalan (qubul dan dzubur). 
 
3. Muntah dengan sengaja, namun apabila tidak disengaja maka puasanya tidak batal. 
 
4. Bersetubuh dengan sengaja. Namun tidak batal apabila lupa (kalau sedang puasa). 
 
5. Keluar mani karena bertemunya dua kulit (antara laki-laki dan perempuan) walaupun tanpa berjima’. Diharamkan apabila mengeluarkannya dengan tangan, namun tidak diharamkan seumpama dikeluarkan dengan tangan istrinya atau budaknya (tapi tetap batal). Pengarang kitab (mushannif) telah memisahkan apabila keluar mani disebabkan karena mimpi maka itu tidaklah batal.
 
6. Wanita haidh atau nifas, walaupun ia berada pada waktu akhir menjelang terbenamnya matahari. 
 
7. Majnun (gila), 
 
8. Murtad. 


 sumber: berbagai sumber

Monday, January 21, 2013

Sejarah Perjuangan Nabi Muhammad saw di Madinah


Rasulullah adalah seorang yang sangat memperhatikan kebersihan badan, pakaian, sangat memperhatikan keindahan. Beliau juga seorang yang lapang dada dan sangat toleransi kepada para sahabat dan keluarganya. Beliau seorang pemalu kecuali dalam menegakkan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT. Rasulullah adalah seorang ahli politik yang sangat bijaksaana, pendapatnya argumentatif, dan pemikirannya sangat brilian. Rasulullah adalah seorang yang berjiwa toleran, mencintai kebaikan, dan memiliki jiwa yang suka memaafkan. Rasulullah adalah sosok yang patut kita teladani baik di dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat.

A. SEJARAH RASULULLAH SAW DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT
Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah untuk membentuk kepribadian manusia yang mulia adalah menanamkan pemahaman terhadap keimanan kepada Allah SWT yang tinggi dan menciptakan manusia yang memiliki kepribadian yang bebas dalam mengoptimalkan potensi dirinya. Salah satu sifat manusiawi adalah pemenuhan kebutuhan hidup masyaarakat di bidang ekonomi dan perdagangan, sehingga muncul aturan-aturan yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Nabi sebagai pemecahan masalah yang terjadi saat itu.





B. PERJUANGAN DALAM KEGIATAN PEREKONOMIAN
Kegiatan perekonomian Islam dimulai ketika Rasulullah SAW diangkat sebagai rasul, beliau mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut kemaslahatan umat. Masalah ekonomi rakyat menjadi perhatian rasulullah SAW, karena masalah itu merupakan pilar penyangga keimanan yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, memberantas kemiskinan merupakan bagian dari kebijakan Rasulullah SAW.
Pendapatan utama pada masa Rasulullah saw sebagai berikut :

a)                   
Pen    1. PENDAPATAN PRIMER
Pendapatan utama pada masa Rasulullah saw adalah zakat. Zakat merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat-syaratnya, yang pengeluarannya telah diatur dalam Al-Qur’an pada surah At-Taubah ayat 60.

b)        2. SUMBER SEKUNDER
Pendapatan sekunder pada masa Rasulullah saw adalah uang tebusan para tawanan perang, harta karun, temuan para periode sebelum Islam, harta kaum muslimin yang meninggalkan negerinya, wakaf harta benda yang diindikasikan kepada umat Islam, pendapatannya didepositokan di baitul mal.

Nawaib adalah pajak yang dibebankan kepada kaum muslimin yang kaya raya, zakat fitrah, sedekah, denda/dam bagi jamaah haji yang melakukan kesalahan ketikan mengerjakan ibadah haji.

Itulah usaha Nabi Muhammad saw dalam mengangkat harkat dan martabat kaum muslimin ada dua hal, yaitu :
1)     Mendorong masyarakat memulai aktivitas ekonomi lebih dalam kelompok sendiri atau kerja sama dengan kelompok lain tanpa dibiayai oleh baitul mal.
2)    Kebijakan dan aksi yang dilakukan Rasulullah saw dengan mengeluarkan dana dari baitul mal. 


Sumber pemasukan baitul mal adalah dari khums (bagian dari harta rampasan perang) zakat, pajak, sedekah, kafarat/denda yang dikenakan kepada kaum muslimin yang melakukan pelanggaran ketika ibadah haji.

Sumber pengeluaran baitul mal adalah untuk aksi-aksi sosial yang menjamin keselamatan dan kesejahteraan rakyat, seperti penyebaran Islam, gerakan pendidikan dan kebudayaan, pengembangan armada perang dan keamanan, seperti penyediaan layanan sosial.


2    C. PERJUANGAN DALAM KEGIATAN PERDAGANGAN
Islam adalah agama yang menggalakkan perniagaan atau bisnis. Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa kedudukan perniagaan adalah satu kedudukan yang tinggi, sebagaimana sabdanya : “Sembilan sepersepuluh sumber rejeki adalah melalui perniagaan.” (H.R. At-Turmuzi)

Walau demikian dalam berniaga hendaklah tetap berasaskan kepada prinsip-prinsip Islam :
a.    Rasulullah telah melarang orang yang melakukan jual beli dengan bersumpah
b.    Memberi kemudahan dan peminjaman kepada yang membutuhkan.
c.    Menghindari unsur-unsur riba.
d.  Melarang melakukan ikhtiar, artinya memonopoli barang-barang yang diperlukan dan menyimpannya untuk menunggu harga yang lebih besar demi mengait keuntungan yang banyak apabila dijual.
e.    Pedagang harus jujur dan berkata benar.
f.     Bersifat kasih sayang dan pemurah dalam jual beli.
g.    Menjauhi sifat garar (menjual sesuatu yang tidak mau dan tidak jelas, misal menjual barang yang masih di angkasa, buah semasa masih putih, itu semua adalah menjual sesuatu yang tidak jelas dan haram hukumnya.)

Apabila cara tersebut kita terapkan, maka tidak ada seorang pun yang kita rugikan dan tidak mengnal kata krisis moneter. Contoh pada waktu itu kredit tidak memiliki peran dalam menciptakan uang. Uang dipertukarkan dengan sesuatu yang benar-benar menciptakan nilai tambah buat perekonomian dalam kerangka yang Islami, sehingga pada masa itu perekonomian sangat stabil dan saling menguntungkan.

B.        D. MENELADANI PERJUANGAN NABI DAN SAHABAT DI MADINAH
Salah satu dari sekian banyak hal yang harus kita teladani dari Rasulullah dan para sahabatnya adalah dari sisi perjuangan menyebarkan dan menegakkan nilai-nilai Islam. Semua itu menjadi amat penting dalam upaya mencapai sukses dan kejayaan umat sebagaimana yang diraih Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Untuk berjaya, maka perlu kita mencontoh orang-orang yang telah terbukti kejayaannya. Sekurang-kurangnya ada enam faktor yang dilakukan beliau dan para sahabatnya demi mencapai kejayaan di dunia dan di akhirat.

1. Perencanaan yang Matang
Perjuangan yang dilakukan oleh Rasulullah menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan, walaupun perjuangan beliau kalau mendapat kesulitan akan memperoleh pertolongan Allah tetapi Rasulullah tidak pernah begitu saja tetapi beliau membuat perencanaan yang matang agar halangan dapat dihapuskan.
2.  Kerja Sama yang Baik

Kerja sama itu menjadi isyarat bagi kita bahwa perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam di muka bumi ini tidak mungkin dilakukan oleh seorang diri. Sahabat apapun kualitas orang itu, tidak mungkin akan lancar jika tidak didukung para sahabat dan masyarakat. Kerja sama yang dianjurkan Rasulullah saw sebagaimana suatu bangunan yang saling menguatkan dan melengkapi.
Firman Allah surah Ash Saff (61) ayat 4 : Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh

3.  Keikhlasan yang Tulus
Keikhlasan sangat diperlukan dalam perjuangan, karena keikhlasan memberikan daya dorong kesungguhan dalam berperang. Segala ujian, musibah, dan kesukaran dalam berjuang dapat dihadapi dengan sabar dan rela.

4.   Pengorbanan yang Besar
Dengan perjuangan yang besar, perjuangan Insya Allah akan berhasil, dan orang-orang yang berkorban dengan penuh keikhlasan telah dijamin oleh Allah akan terhindar dari siksa dan dimasukkan dalam surga.
Firman Allah SWT surah at-Taubah (9) ayat 111 : Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka

5.  Menjalin Persaudaraan
Ukhuwah adalah berusaha membantu sahabatnya untuk menguatkan keimanan, agar mereka menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang. Dalam hal ini, Rasulullah saw mengisyaratkan perjuangan yang hebat menegakkan ajaran islam haruslah didukung ukhuwah antar kaum muslimin.

6.  Bangga sebagai Muslim
Kebanggan sebagai muslim itu sangat perlu, agar seorang muslim dapat dan bersedia menghadapi berbagai persoalan. Oleh karena itu, Allah juga mengisyaratkan agar tidak berputus asa sebagai seorang muslim.