Sunday, September 2, 2012

Istana Neuschwanstein


Istana ini termasuk salah satu istana terindah di dunia. letaknya di Kota FÜssen, Jerman, daerah lereng pegunungan Alpen. Inilah istana Raja Ludwig II, salah satu raja yang pernah berkuasa di Jerman dulu.

Seperti Negeri Dongeng
Istana Neuschwanstein
                
Dapur Istana

Ruang Pertunjukan

Ruang makan

               Keindahan istana ini tidak diragukan lagi. Sepanjang tahun, jutaan turis dari berbagai penjuru dunia, berbondong-bondong datang ke sana. Istana ini dibangun saat Jerman berada di bawah pemerintahan Raja Ludwig II. Kira-kira tahun 1869. Tak jauh dari sana , ada istana lain yang bernama istana Hohenschwangau. Ini adalah istana orang tua Raja Ludwig II. Sayangnya, sang pemilik istana, tak cukup lama menikmati keindahan istananya. Tahun 1886, sang Raja wafat. Pembangunan pun dihentikan. Karena itulah masih banyak ruangan dalam istana yang belum selesai dibangun. Meskipun begitu, istana ini luaaar biasa indah dan istimewa. Salah satunya ruangannya bernama Grotte atau Grotto. Ruangan itu bentuknya seperti gua. Dalam gua itu ada air terjun mungil dan taman kecil. Indaaah sekali. Meskipun dibangun ratusan tahun lalu, istana ini sudah modern dan menggunakan lift, lo!


Jembatan Mary

Naik Kuda
                Istana indah ini terletak di atas tebing batu tinggi, dikelilingi gunung-gunung yang selalu tertutup salju. Letak tepatnya; di kaki pegunungan Alpen, perbatasan Austria dan Jerman, di dekat kota kecil FÜssen. Tak jauh dari istana ini, ada dua danau yaitu Alpsee dan Schwansee. Untuk menuju ke sana, para pengunjung bisa naik bus, berjalan kaki atau naik kuda. Kalau pilih jalan kaki, kita harus menyiapkan tenaga, lo. Karena jalannya lumayan menanjak. Sebenarnya, jaraknya hanya sekitar 1 km.
                Kalau memilih naik bus, para pengunjung harus memperhatikan jadwal perjalanan. Oya, bus itu akan membawa pengunjung sampai ke MarienbrÜcke atau Mary’s bridge. Ini adalah jembatan yang dibangun oleh Raja Ludwig untuk istrinya, Mary. Dari jembatan ini para pengunjung bisa memandang keindahan istana. Dari jembatan ini, pengunjung masih harus berjalan kaki untuk mencapai istana.

Oya, setiap pengunjung harus memperhatikan waktu berkunjung yang tertera di tiket. Di luar waktu tersebut, pengunjung tidak akan diizinkan masuk. Maksudnya, supaya pengunjung tidak berdesak-desakan di dalam istana. Kerapian istana pun tetap bisa terjaga.



Korea, Negeri Kimchi


Kenapa orang korea suka bikin dan makan kimchi? Hmm, ada kisahnya…


Negeri Pagi yang Tenang
              
              Negeri Korea dijuluki sebagai negeri pagi yang tenang. Hmm, julukan itu diambil dari nama keluarga kerajaan Joseon atau Choson. Dalam tulisan kanji Cina, nama Choson berarti pagi yang tenang.
                Korea termasuk negeri empat musim. Udara di Korea sangat nyaman di musim semi. Di musim panas, suhunya sangat panas. Di musim dingin, dinginnya luar biasa. Musim dingin itu berlangsung selama bulan November sampai Februari.
                Ssst, musim dingin di Korea sangat dingin karena dapat kiriman angin dingin dari padang salju Siberia di Rusia. Nah, selama musim dingin, orang-orang harus punya cadangan makanan. Jika tidak, mereka bisa kelaparan karena tidak ada tanaman yang tumbuh di musim dingin.


Panen Sawi di Musim Gugur


                Pada zaman dinasti Choson, petani dianjurkan menanam sawi putih. Petani Korea panen sawi putih saat musim gugur. Sawi putih dianggap cocok untuk cadangan makanan selama musim dingin.
                Kenapa sawi putih cocok untuk musim dingin? Itu karena orang Korea mengawetkan makanan dengan garam. Nah, sawi tetap renyah saat direndam garam. Rasanya juga enak.
                Cara mengawetkan makanan dengan garam ini disebut membuat kimchi. Kimchi sawi putih disukai orang Korea. Kini, kimchi tidak hanya dimakan di musim dingin. Di musim apapun, kimchi selalu tersedia di meja makan.


Tradisi membuat kimchi masih berlangsung sampai sekarang. Bahkan kimchi sempat diangkat ke film Grand Chef, lho.
Setelah menikah, wanita Korea wajib trampil membuat kimchi. Rasa kimchi pun beraneka ragam. Kimchi bisa diberi bumbu cabe, pasta ikan, dan lain-lain. Warna kimchi merah menggiurkan. Ssst, katanya, kalau kita ke Korea, kita harus makan Kimchi, lho.
               

Kilau Teluk Toyama


Teluk Toyama berkilauan dengan permata dan cahaya biru yang menakjubkan!



Surga Ikan
                Teluk Toyama bagaikan surga ikan. Teluk yang berada di Prefektur Toyama, Hokuriku, Jepang, ini memang kaya akan hasil lautnya. Bahkan, disebut sebagai tempat penangkapan terbaik di Jepang. Sepanjang tahun, aneka macam ikan segar melimpah di sana. Di antaranya ikan tuna, dan ikan ekor kuning atau buri. Selain ikan, ada pula beragam kepiting, kerang, udang dan sebagainya.



Pasang Jaring
                Para nelayan di Teluk Toyama punya cara sendiri menangkap ikan. Mereka mencari wilayah laut yang banyak dilewati ikan. Setelah menemukan wilayah yang tepat, mereka memasang jaring. Lalu mereka menunggu ikan-ikan masuk ke jaring itu. Cara ini diakui dunia sebagai cara menangkap ikan yang aman. Soalnya, tidak menangkap ikan berlebihan.

Permata Shiroebi
                Teluk Toyama punya hasil laut yang sangat langka di tempat lain. Salah satunya, udang putih atau shiroebi. Warnanya putih transparan dan agak pink. Udang putih ini disebut permata Teluk Toyama. Udang ini dibuat macam-macam makanan. Misalnya, kerupuk udang putih.

Cahaya Biru
                Sekitar bulan Maret hingga Mei, muncul cahaya biru berkilauan di tepi Teluk Toyama. Ternyata, cahaya-cahaya biru itu berasal dari cumi-cumi dan kunang-kunang atau hotaru ika.
                Jutaan cumi-cumi itu terbawa arus ke tepian Teluk Toyama. Mereka lalu bertelur di sana.  Nelayan Teluk Toyama segera memasang jaring untuk menangkap jutaan cahaya biru itu. Para wisatawan pun tidak ketinggalan. Mereka naik perahu untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu.


Kilau Teluk Toyama mungkin akan bertahan lama. Soalnya, penduduk disana bekerja sama menjaga lingkungan alam mereka.