Sunday, March 17, 2013

AWAS, KECANDUAN!


Melakukan hal yang kita sukai kadang memang bikin kita ketagihan. Tapiii, jangan sampai kecanduan. Soalnya bukan berpotensi dijauhi teman, tapi juga bisa mengganggu jiwa.
Menurut Psikolog Erfiannne S. Cicilia, Psi, addicted atau kecanduan adalah keinginan akan keterlibatan terus menerus pada sesuatu atau seseorang yang enggak bisa dikontrol. Tapi, kalau udah mengetahui efek buruknya dan tetap enggak bisa berhenti melakukannya, berarti kita sudah kecanduan terhadap sesuatu. Coba, cek tulisan di bawah, apakah ada yang pernah kita alami?

KECANDUAN: SOCIAL MEDIA
            Setiap bangun tidur, hal pertama yang kita lakukan adalah nge-cek hape. Ketika enggak ada BBM atau balasan tweet dari teman di Twitter, kita mendadak bete. Buat kita update status, foto, atau lokasi kita di berbagai jejaring sosialitu wajib. Enggak cukup di Twitter, tapi juga di semua akun jejaring sosial kita seperti Facebook, Path, Instagram, sampai Foursquare.
dampak negatif:
Sasaran Kejahatan
Terlalu sering dan detail saat meng-update status atau lokasi keberadaan kita berpotensi jadi sasaran kejahatan. Misalnya meng-update lokasi rumah dengan alamat yang super-lengkap. Bisa aja, kan, alamat rumah tersebut disalahgunakan oleh orang lain dan mengakibatkan kerugian buat kita dan keluarga.
Blackberry Thumb
Terlalu sering mengetik di smartphone atau gadget lainnya bisa membuat kita terserang blackberry thumb, yaitu cedera pada urat otot ibu jari akibat suatu gerakan menekan yang berulang. Ibu jari jadi mendapat beban lebih besar dari seharusnya. Inilah yang menyebabkan ibu jari serta sendi tangan jadi kesemutan, nyeri, sampai mati rasa.    
Anti Sosial
Saat lagi ngumpul bareng teman se-geng atau keluarga, kita malah asyik menatap layar gadget. Akibatnya, kita malah nggak akrab sama orang-orang sekitar. Enggak pengin, kan, diprotes orang-orang terdekat gara-gara sibuk sama aktivitas di dunia maya?

atasi dengan:

Batasi update Status
Kalau biasanya setiap lima menit kita update status, bikin jadwal buat diri sendiri: satu hari maksimal hanya meng-update 10 tweet. Dijamin followers enggak berkurang. Hi-hi-hi.

Matikan Gadget
Kurangi penggunaan gadget. Coba untuk mematikan gadget atau setidaknya jauhkan dari tangan kita saat berkumpul dengan keluarga atau teman. Ini juga membuat jari kita terutama jempol bisa beristirahat dengan cukup.

KECANDUAN: GAMES
            Enggak mau beranjak dari layar komputer, TV, dan console, sampai bikin lupa tidur, makan, dan ngerjain tugas. Apalagi interaksi sama orang lain. Yang ada di otak kita cuma gimana caranya menamatkan level di games yang sedang dimainkan. Duh, enggak banget, nih.
dampak negatif:

Nilai Sekolah Menurun
Saking asyiknya main games,  fokus kita akan hal lain jadi menurun. Kita jadi enggak konsentrasi saat guru sedang menjelaskan pelajaran. Tugas sekolah pun keteteran. Saat ulangan, kita jadi enggak tahu mau jawab apa.

Radiasi Otak
Menatap layar TV, komputer, atau console selama berjam-jam bisa mengakibatkan radiasi yang merusak saraf mata dan mengurangi fungsi otak.

Gangguan Jiwa
Saking kecanduannya, kalau dilarang main games sama orangtua, kita enggak bisa mnegontrol emosi. Kalau dibiarkan, jiwa kita terganggu dan jadi agresif sama orang sekitar sehingga memerlukan perawatan khusus.

Enggak Realistis
Gara-gara sering berkutat dengan kehidupan fantasi di games, kita jadi membawa kebiasaan di sana ke hari-hari kita. Misalnya kalau sering main games balap mobil, kita jadi hobi ngebut di jalanan. Karena di bayangan kita seperti di games: punya banyak nyawa dan bisa diulang kalau terjadi sesuatu yang buruk.
atasi dengan:

Kurangi Intensitas
Secara perlahan coba kurangi intensitas bermain games. Kalau biasanya kita menghabiskan waktu sampai lima jam, kurangi jadi dua jam, lalu bagi dalam dua waktu. Misal sepulang sekolah cukup satu jam, terus satu jam lagi saat malam hari setelah makan dan mengerjakan tugas sekolah.
Cari Kegiatan Baru
Coba hobi baru lainnya yang bisa dilakukan di luar rumah atau bersama teman-teman baru. Skill memecahkan masalah yang kita kuasai selama bermain games bisa kita praktekkan di kegiatan baru kita. Selain mengurangi kecanduan sama games, kita jadi punya kegiatan baru yang enggak kalah seru.

KECANDUAN: IDOLA
Kita langsung marah saat ada yang mengejek idola kita. Sedih ketika seleb kesayangan kita meng-upload fotonya bersama pacar ke social media. Saat lagi hangout bareng teman, kita enggak berhenti ngomongin sang idola. Sampai bikin teman bosan sama topik obrolan kita. Ouch!
dampak negatif:

Jadi Haters
Selain idola, hal lain jadi enggak menarik buat kita. Apalagi kalau ada yang membandingkan idola kita dengan seleb lain, beuh... bikin bete! Ujung-ujungnya kita jadi menghina seleb lain dan bikin kita jadi haters.
Dijauhkan Teman-teman
Teman-teman jadi malas ngobrol sama kita karena bosan sama topik obrolan tentang idola kita. Karena obrolannya udah enggak nyambung, teman-teman jadi menjauh, deh.

atasi dengan:

Kurangi Intensitas dengan Idola
Emang, sih, kita belum pernah atau jarang bertemu dengan idola. Tapi, dengan membatasi intensitas mencari berita tentang dia dan stalking akun jejaring sosialnya, bisa mengurangi kecanduan kita.
Menambah Teman Baru
Kenalan dengan teman baru yang punya hobi berbeda bisa membuka mata kita. Ternyata banyak hal menarik lainnya dibanding asyik sama idola yang enggak bisa kita miliki sepenuhnya. Siapa tahu salah satu dari teman baru kita, ada yang bisa digebet! Ihiy!


4 FACTS ABOUT ADDICTIONS

l  Selama tahun 2012, Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan di Grogol, Jakarta menerima empat remaja yang dirawat karena kecanduan games. Kecanduan ini membuat mereka jadi enggak bisa mengendalikan emosi dan mengganggu jiwa mereka sehingga membutuhkan perawatan khusus.
l Menurut penelitian dari University of Leeds di Inggris, remaja yang kecanduan internet bisa mengalami tingkat depresi lima kali lipat dibandingkan yang jarang menggunakan internet.
l Kecanduan internet bisa menimbulkan kerusakan pada bagian otak tertentu. Peneliti dari China menemukan terjadinya pengurangan volume otak pada 18 anak muda yang mengalami kecanduan internet.
l  Menurut Koordinator Yayasan Sahabat Kapas, Dian Sasmita, mengatakan dalam enam bulan terakhir, di Surakarta ada tujuh anak yang mencuri demi bisa bermain game online. Yayasan ini adalah organisasi non-profit yang peduli pada anak-anak dalam kondisi khusus yang bertempat di Karanganyar, Jawa Tengah.

sumber : majalah kaWanku

No comments:

Post a Comment